Showing posts with label PERKEMBANGAN IDEA. Show all posts
Showing posts with label PERKEMBANGAN IDEA. Show all posts

Saturday, May 21, 2011

Kajian Komposisi dalam Portfolio

Kajian komposisi dalam catan merupakan salah satu aspek terpenting dalam folio pengkaryaan. Di bawah ini cikgu petik nota mengenai komposisi dalam bahasa melayu, tapi cikgu jumpa bahasa indonesia yang agak baik dari segi kupasannya. Kalau bahasa Inggeris, banyaklah maklumat . anda boleh search di google 'composition in painting', dsbnya..

Selamat membaca.

KOMPOSISI
:

Komposisi dalam seni rupa adalah usaha untuk mengatur/menyusun unsur-unsur sehingga menjadi harmonis (serasi, selaras dan seimbang).
Untuk membangun/merancang sebuah karya seni agar terkomposisi dengan harmonis, maka diperlukan untuk memahami dan menguasai PRINSIP KOMPOSISI/PRINSIP DISAIN dan UNSUR-UNSUR KOMPOSISI/DISAIN sebagai berikut:

Prinsip Komposisi

Berikut ini adalah beberapa prinsip komposisi yang harus kamu perhatikan dalam menciptakan suatu karya seni rupa.

1) Unity (Kesatuan)
Unity adalah: Kesatuan unsur-unsur yang diutamakan melalui ukuran-ukuran, warna, letak dan perbedaan.


2) Balance (keseimbangan)
Balance adalah: Kesesuaian materi-materi dari ukuran berat dan memberi tekanan pada stabilitas suatu komposisi dalam karya seni.


3) Harmony (Keselarasan)
Harmony adalah: Tatanan ragawi yang merupakan produk transformasi atau pemberdayaan ide-ide dan potensi bahan dan teknik tertentu dengan berpedoman pada aturan-aturan local, baik warna maupun bentuknya.


4) Proporsi (Kesebandingan)

Setiap karya yang diciptakan memiliki perbandingan yang tepat baik dalam bentuk maupun perpaduan unsur-unsur seni rupa.


5) Rhythm (Irama)
Rhythm adalah: Urutan atau perulangan yang etratur dari sebuah elemen atau unsur-unsur seni rupa, misalnya perulangan bentuk atau warna.


6) Intensity (kesungguhan)
Intensity adalah: Kesungguhan dalam memberi corak warna yang sesuai dengan karakter karya itu sendiri. Misalnya: kesan dramatis, menyedihkan dll.

Unsur Komposisi


Terciptanya sebuah karya seni rupa tidak akan terlepas pula dari unsur/elemen pendukungnya, seperti:


1) Noktah/titik
Adalah: Goresan langsung dan sekali dari suatu alat tertentu.


2) Garis
Adalah: Gabungan dari noktah-noktah yang berimpitan atau berdekatan.
Garis memiliki watak, misalnya; garis lurus yang tegak berwatak kuat, kokoh, kekar. Garis yang berwatak lembut dan luwes adalah garis lengkung dan garis mendatar.


3) Bidang
Adalah: Gabungan dari garis-garis.


4) Bentuk
Adalah: Gambaran figur, dapat berupa dua dimensi atau tiga dimensi.

5) Ruang

adalah: Gabungan bidang-bidang sehingga membentuk volume, baik nyata (3D) maupun kesan nyata (2D)


5) Tekstur
Adalah: Kesan bahan atau rasa bahan sehingga memunculkan karakter benda, misalnya kesan kasar atau kesan halus.


6) Warna
Adalah: Kesan yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang dikenainya. (download tentang warna -->KLIK DI SINI atau lihat DI SINI)

7) Gelap-terang

Keseimbangan dalam memadukan gelap terang warna


Tema, Bentuk, dan Makna suatu Karya Seni Rupa.

Seni memiliki tiga komponen utama, Yaitu: Tema, Bentuk dan Isi/makna.


Tema
Adalah: Dasar cerita atau pokok pikiran yang dipakai sebagai dasar penciptaan sebuah karya seni.


Bentuk
Adalah: Wujud yang ditampilkan atau yang tampak sehingga dapat dilihat dan diraba.
Bentuk dalam seni rupa dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
- Bentuk Figuratif, adalah: Bentuk yang sesuai dengan keadaan aslinya (realistis).
- Bentuk Nonfiguratif, adalah : Bentuk alam yang telah diubah sehingga tidak sesuai dengan keadaan aslinya.

Mengubah bentuk-bentuk yang ada dialam dapat melalui berbagai cara, diantaranya;
- Stilasi (digayakan), contohnya: Wayang kulit merupakan stilasi dari figure manusia.
- Deformasi adalah: Perubahan bentuk atau wujud dari yang baik menjadi kurang baik.
- Distorsi adalah: Pemutar balikkan aturan. Contohnya: Lukisan manusia yang dibuat tidak proporsional ukuran-ukuran organ tubuhnya.


c. Isi (Makna)
Karya senirupa harus memiliki makna atau arti simbolis, contohnya: Lukisan zaman prasejarah yang terdapat didinding gua berupa gambar seekor babi, gambar ini mengandung makna simbolis, yaitu: permohonan agar dalam berburu dihutan mendapatkan hasil tangkapan yang banyak. Kehadiran lukisan tersebut dipakai sebagai alat atau sarana upacara ketika akan berburu kehutan.


Petikan di bawah dari sumber http://mazgun.wordpress.com/2009/10/12/unsur-rupa-dan-komposisi/

Komposisi pada dasarnya sama dengan Prinsip Seni. Di dalamnya membahas tentang bagaimana mengatur, menata, atau mengorganisasikan unsur-unsur rupa agar karya seni yang dibuat menjadi enak dipandang. Komposisi ialah susunan unsur-unsur yang dapat memancarkan kesan kesatupaduan, irama, dan keseimbangan dalam suatu karya sehingga karya itu terasa utuh, jelas, dan memikat. Paduan unsur-unsur yang berdampingan akan menimbulkan kesan selaras atau pertentangan. Apabila kita perhatikan paduan unsur yang berdampingan dari satu ke yang lain, maka kesan selaras dan bertentangan itu akan silih berganti dan bervariasi sehingga menimbulkan kesan rangkaian gerak. Keselarasan paduan unsur yang berdampingan disebut harmoni, sedang kesan pertentangan paduan unsur disebut kontras. Rangkaian harmoni dan kontras dalam komposisi disebut irama atau ritme.

Komposisi sama halnya dengan suatu masakan, dapat terasa hambar, enak, atau sedap. Komposisi akan terasa hambar kalau iramanya tidak menentu. Komposisi akan terasa enak jika iramanya jelas, dan mempunyai pusat perhatian (fokus). Komposisi akan terasa sedap kalau iramanya bervariasi dan mempunyai keseimbangan yang dinamis, sehingga tidak membosankan. Komposisi yang demikian akan terasa lebih hidup.

Untuk mencapai kesatuan dalam sebuah komposisi masing-masing unsur harus ”ditakar”, sehingga perbandingan masing-masing unsur itu sedah tertentu. Dalam komposisi, perbandingan antar unsur atau antar bagian disebut proporsi.

Untuk mencapai komposisi yang baik kadang-kadang diperlukan sebuah penambahan agar susnannya memiliki kekuatan tersendiri. Penambahan tersebut dalam komposisi sering disebut dengan istilah aksen. Kehadiran aksen aka menimbulkan daya tarik yang lebih besar ke arah bagian yang diberi aksen itu. Apabila dalam komposisi hanya diletakkan satu saja aksen yang kuat, maka bagian itu akan menjadi centre of interest atau pusat perhatian.

Pola komposisi ada beberapa macam, yaitu: simetri, asimetri, dan bebas/informal.


Contoh karya yang bertema 'composition' :

coming soon....


Sunday, March 20, 2011

CONTOH LAKARAN SUMBER IDEA KARYA PELAJAR DARI KELANTAN!


Sebelum hasilkan Perkembangan Idea, kena la ada Sumber Idea dulu. Dari apa nak dikembangkan idea tu? Kalau Perkembangan Idea Bab 3, Lakaran Sumber Idea Bab 2-lah! Seorang guru Seni Visual dari Kelantan berkongsi di facebook, result Seni Visual STPM sekolahnya 28 pelajar dapat A! Jadinya beliau ada kirimkan gambar2 karya pelajar yang dapat A tu di facebook Seni Visual STPM. Terima kasih cikgu Wan Noorazhani dari SMK Mulong, Kelantan. Terima kasih cikgu!

Salah seorang pelajar beliau, Izwan hasilkan lukisan-lukisan Sumber Idea yang menarik. Walaupun tajuknya berbunyi 'Lakaran Sumber Idea', bukanlah bermaksud guna teknik lakaran saja. Sepatutnya, masa ni-lah nak tunjukkan bakat terpendam melukis, mewarna dengan pelbagai media dan teknik. So, di sini cikgu paparkan beberapa Lakaran Sumber Idea yang sepatutnya hasil karya Izwan bertema Teknologi Digital dan Nilai Kemanusiaan. Tahniah Izwan!

BAB 2 : KAJIAN SUMBER IDEA









Noraida Radot
Noraida Radot



Saturday, March 19, 2011

'PERKEMBANGAN IDEA' DALAM SENI VISUAL


Bab Perkembangan Idea ni, paling susah nak cerita kat korang semua. Fuh! Jap cikgu nak tarik nafas panjang-panjang sikit.. tarikkkk.. lepassss ......

Sepanjang karier jadi guru ni, bukan main susah bila masuk bab ni. Anak murid buat muka blurrr... dah habis kelas, dok mai tanya lagi. Ada yang terus berhenti buat folio! Tu yang jadi kerja last minute!

Apa-apapun, demi perjuanganku dalam bidang seni (ceh wahh), cikgu cuba la sedaya upaya terangkan kat korang. Kalau tak faham lagi,, tanya kat facebook sebelah tu, ramai nak tolong jawab, ok?. Tanpa membuang masa lagi , cikgu tarik nafasss lagi. (rasa nak semput la pulak!)

Apa dia Perkembangan Idea?

Pada pendapat cikgu, proses perkembangan idea dalam Seni Visual penting untuk membezakan antara pengkarya dengan penciplak. Penciplak tu, tukang tiru, bulat-bulat dia tiru karya orang lain. Pengkarya pula, menghasilkan karya seni dengan idea-idea yang baru, segerrr (segar bak kata Salleh Yaacob dalam versi Jawa). Bagaimana nak hasilkan karya yang baru dan segar? Haa.. tu lah, kena la ikut proses PERKEMBANGAN IDEA!

Perkembangan Idea merupakan satu PROSES. Bila sebut proses, mestilah makan masa yang lama dan banyakkk... ikutlah langkah-langkah ni.

Secara asanya, terdapat dua cara penghasilan Perkembangan Idea :

1. secara olahan Motif
2. secara menyenaraikan Motif

Yang pertama : Olahan Motif maksudnya, mengubah rupa asal 'subject matter' anda secara 'slow motion' macam video clip dari filem Harry Potter ni.
Daripada video clip Harry Potter di atas, dapat disaksikan bagaimana Prof. Lupin jadi werewolf langkah demi langkah (transformation) . Kaki manusia, berubah jadi lebih panjang, leher, mata hidung berubah sedikit demi sedikit. Kalau boleh, pause dua-tiga kali dan lukis transformation tu. Tengok, apa yang diTAMBAH , apa yang diKURANGkan dalam lukisan tu. 'Tambah' dan 'kurang' dalam setiap lakaran transformation itulah perkembangan idea! Dalam bahasa seni visual disebut stailisasi/pengayaan.

Proses mengurang imej dan menokok nambah imej untuk hasilkan idea lakaran supaya terhasil satu motif yang baru.
Contoh perkembangan idea jenis olahan motif ini ialah:

CONTOH 1 : Olahan Motif untuk Arca (3D)
Anak panah digunakan untuk menunjukkan bagaimana transformasi imej berlaku langkah demi langkah. Sedikit catatan mengenai bahgian yang dibuang atau yang ditambah membantu menerangkan proses kajian dengan lebih jelas.

CONTOH 2: Olahan Motif corak (sesuai untuk soalan 1 dan 3)

Lihat bagaimana pada langkah 1, subject matter dilukis secara realistik (dengan mengekalkan kesan cahaya dan bayang), langkah 2 dilukis secara RUPA sahaja, langkah 3 mengalami pengurangan rupa manakala langkah empat dan akhir mengalami penambahan RUPA.

Begitulah kira-kiranya menghasilkan motif baharu daripada 'subject matter' (objek ciptaan Tuhan atau ciptaan manusia)



Yang KEDUA, secara menyenaraikan motif. Lepas dah hasilkan Olahan Motif dalam tiga atau empat helai (paling kurang tuh, ) tentulah banyak lagi idea-idea baharu motif yang dapat dicipta. Kalau nak buat stail yang ada anak panah tu, jenuh juga rasanya. Jadi korang lukis ja banyak-banyak idea dalam kepala korang tu! Lebih kurang cam video clip Micheal Jackson ni, banyaknya 'wajah' dia!

Contoh Perkembangan Idea jenis 2 :





walaupun Noh ada letak anak panah pada Perkembangan idea di atas, transformasi langkah demi langkah tidak berlaku, sebaliknya beliau lebih terarah kepada MENYENARAIKAN idea-idea beliau yang banyak tu.. Akhirnya dapat satu idea yang beliau rasa relevan dengan nilai kemanusiaan mengikut tema yang diberi oleh soalan.

sedikit lagi lakaran idea...

Lihat bagaimana Noh apply idea akhirnya dalam Karya Akhir beliau. Tapi, sebelum buat yang final ni, ADA lagi langkah Perkembangan idea yang korang kena buat! Tu lah, memang susah Bab Perkembangan Idea ni. Tapi markah dia pun banyakk kat sini. Korang tak payah la tampal gambar-gambar dari internet tu banyak sgt, buang masa ja.

Contoh Perkembangan Idea Jenis 2 (untuk soalan 3 dan 1)


lihat ada ditulis MOTIF PILIHAN...


menarikk..

kalau nak hasilkan arca (3D), lakaran pun 3D juga.. baru jelas bentuknya.



Di atas ni, contoh perkembangan idea untuk muka taip bagi soalan 1 dan 3


Harap korang faham jugak la sikit-sikit berkaitan langkah-langkah buat Perkembangan Idea ni.
Daripada senarai lakaran yang dibuat, pilihlah beberapa untuk dihasilkan pada karya akhir. Selepas ini, langkah Perkembangan idea yang seterusnya adalah Kajian Komposisi/Rekaletak.
Tapi cikgu buat post lainlah di lain kali. Kalau tak, fenin kepala korang...

Di sini, penghargaan cikgu kepada guru-guru dari Wilayah Persekutuan Tahun 2007. Selain daripada lakaran Noh dan Fakhrur Razi (pelajar cikgu), lakaran-lakaran yang lain tu, dia orang la yang buat. Terima kasih!